Selasa, 07 Mei 2013

sistem keamanan komputer


1. Menentukan kebijakan keamanan (security policy).
–        Tujuan-tujuan (goals) yang ingin dicapai
–        Contoh :
•          Dalam suatu sistem yang digunakan secara bersama-sama (shared system), hanya authorized user yang dapat login
•          Untuk akses web berbayar, klien harus membayar iuran
•          etc.
2. Membuat mekanisme keamanan (security mechanism)
–        Perangkat yang memastikan tercapainya tujuan
–        Contoh :
•          Sistem password diharapkan akan membatasi pengaksesan sistem hanya untuk authorized user
•          Protokol pembayaran (payment protocol) dapat menjamin setiap klien yang mengakses suatu web berbayar akan memenuhi kewajibannya
3. Menganalisis kelemahan (vulnerabilities) sistem
–         Celah dalam sistem yang dapat digunakan untuk menyerang
4. Menanggulangi kelemahan sistem
Goal kategori
•          Confidentiality: akses terhadap sistem komputer tidak boleh dilakukan oleh unauthorized parties
•          Integrity: aset sistem komputer tidak boleh dimodifikasi oleh unauthorized users
•          Availability: Sistem harus dapat diakses oleh authorized users
•          Authenticity: sistem mengetahui asal muasal suatu objek atau asal muasal modifikasi yang terjadi
•          Non-repudiation: seseorang/sesuatu tidak dapat menolak aturan (tidak dapat menyangkal telah melakukan sesuatu)
•          User awareness: memasyarakatkan tujuan-tujuan keamanan (security goals) dan resiko yang dapat muncul kepada user 
•          Physical protection: Gembok dan kunci dapat mencegah unauthorized access ke gedung tempat sistem komputer berada
•          Cryptography: untuk mewujudkan confidentiality dan integrity
•          Access Control: menentukan daftar user yang boleh membaca, menulis dan mengeksekusi
•          Auditing: merekam seluruh aktivitas dalam sistem
•          Memungkinkan pendeteksian kebocoran keamanan (serangan yang tidak dapat dicegah)
Prinsip skk
•          Untuk merancang mekanisme keamanan yang efektif, terdapat beberapa prinsip keamanan, contohnya :
–        Principle of least privilege : memberi hak kepada user atau proses untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan haknya
–        Meminimalkan trusted components: mengidentifikasi komponen-komponen sistem yang dapat dipercaya dan menjaga agar jumlahnya sesedikit mungkin
–        Jangan ingin sempurna : sempurna tidak mungkin diwujudkan, sehingga kita harus siap untuk mendeteksi masalah, merancang penanggulangannya dan memulihkan diri dari serangan
Kebijakan2
•          Untuk membahas ini kita menggunakan pendekatan ISO7498-2 (Dokumen yang menyertai ISO7498-1 (Model referensi OSI))
•          Dalam sebuah sistem yang aman, peraturan yang menggalang keamanan harus dibuat secara eksplisit dalam bentuk Information Security Policy.
•          Security policy: sekumpulan kriteria untuk penerapan layanan keamanan
•          Security domain: cakupan dari aplikasi kebijakan keamanan
–        dimana, terhadap informasi apa dan kepada siapa peraturan diterapkan
•          Suatu kebijakan keamanan jaringan harus mencerminkan Information Security Policy secara keseluruhan dalam konteks lingkungan jaringan (in the context of the networked environment):
–        Mendefinisikan apa yang menjadi tanggung jawab jaringan dan apa yang bukan
–        Menjelaskan keamanan apa yang tersedia dalam jaringan
–        Menjelaskan aturan untuk menggunakan jaringan
–        Menjelaskan siapa yang bertanggung jawan terhadap manajemen dan keamanan jaringan
Keamanan generik
•          Kebijakan generic authorisation (dari ISO 7498-2):
                ‘Information may not be given to, accessed by, nor permitted to be inferred by, nor may any resource be used by, those not appropriately authorised.’
•          Untuk membuat dokumen yang lebih detail, perlu didefinisikan lebih jauh :
–        What information?
–        What resources?
–        Who is authorised and for what?
–        What about availability?
Ancaman
•          Ancaman (threat) adalah:
–        Seseorang, sesuatu, kejadian atau ide yang menimbulkan bahaya bagi suatu aset
–        Sesuatu yang memungkinkan penembusan keamanan
•          Serangan (attack) adalah realisasi dari threat.
Treat
•          Klasifikasi threats:
–        disengaja (mis. hacker penetration);
–        Tidak disengaja (mis. Mengirimkan file yang sensitif ke alamat yang salah)
•          Threats yang disengaja dapat dibagi lagi :
–        pasif (mis.  monitoring, wire-tapping);
–        aktif (mis. Merubah nilai transaksi finansial)
•          Pada umumnya, threats yang pasif lebih mudah dilakukan
Istilah
•          Hacker
–        Salah satu buku yang pertama kali membahas hacker : Hackers: Heroes of the Computer Revolution oleh Steven Levy
•          Mr. Levy menyatakan istilah hacker pertama kali muncul di Massachusetts Institute of Technology (MIT)
–        Hacker : pakar programmer yang dapat mendeteksi kerawanan suatu program dari segi keamanan, tetapi tidak memanfaatkannya untuk tujuan menguntungkan diri sendiri atau pihak lain
•          Cracker/intruder : pakar programmer (bisa jadi juga tidak perlu pakar) yang memanfaatkan kelemahan suatu program untuk keuntungan diri sendiri atau pihak lain
•          Script Kiddie
–        Crackers yang menggunakan scripts dan program yang ditulis oleh orang lain
–        Variant lain dari script kiddie : leech, warez puppy, wazed d00d, lamer, rodent
•          Phreak
–        Variant dari hacker
–        Phreak adalah kependekkan dari phone phreak
–        Phreaks adalah hacker yang memiliki minat pada telepon dan sistem telepon
•          Script Kiddie
–        Crackers yang menggunakan scripts dan program yang ditulis oleh orang lain
–        Variant lain dari script kiddie : leech, warez puppy, wazed d00d, lamer, rodent
•          Phreak
–        Variant dari hacker
–        Phreak adalah kependekkan dari phone phreak
–        Phreaks adalah hacker yang memiliki minat pada telepon dan sistem telepon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar